LAPORAN
KEUANGAN DAN INDIKATOR KINERJA PERUSAHAAN
Dwi Prastowo
(2014) mengatakan bahwa Laporan keuangan adalah suatu proses pencatatan
transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama dua tahun buku yang
bersangkutan. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, neraca, laporan
laba ditahan dan laporan arus kas. Laporan laba rugi adalah laporan mengenai
penghasilan, biaya, laba-rugi yang diperoleh pada suatu perusahaan selama
periode tertentu. Neraca adalah laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari
perusahaan pada saat tertentu. Laporan laba ditahan adalah daftar kumulatif
laba yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya dan tahun berjalan yang tidak
dibagikan sebagai deviden. Laporan arus kas adalah menunjukkan operasi
perusahaan, investasi dan aliaran kas pembayaran.
Laporan
keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat. Posisi keuangan perusahaan dipengaruhi oleh sumber daya yang
dikendalikan struktur keuangan, likuiditas dan solvabilitas serta kemampuan
beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Laporan keuangan memenuhi tujuan
kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Laporan keuangan tidak menyediakan
semua informasi yang mungkin dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan
ekonomi. Laporan keuangan dilakukan oleh manajemen atau pertanggungjawaban
manajemen atas sumber daya.
Indikator
kinerja perusahaan adalah suatu kondisi keuangan perusahaan yang dianalisis
dengan alat-alat analisis keuangan. Keadaan keuangan suatu perusahaan yang
mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Kinerja merupakan indikator
baik buruknya keputusan manajemen dalaman pengambilan keputusan. Penilaian
kinerja adalah cara yang dilakukan oleh pihak manejemen agar dapat memenuhi
kewajibannya dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pihak
manajemen dapat berinteraksi dengan lingkungan internal dan eksternal melalui
informasi.
Manfaat
penilaian indikator kinerja perusahaan adalah dapat digunakan sebagai strategi
perusahaan untuk masa yang akan datang. Tujuan penilaian indiktor perusahaan
adalah untuk mengetahui tingkat likiditas, tingkat solvabilitas, tingkat
rentabilitas dan tingkat stabilitas. Dalam menilai kinerja keuangan perusahaan
dapat digunakan suatu ukuran. Ukuran yang digunakan adalah rasio yang
menghubungkan dua data keuangan. Jenis analisis rasio keuangan meliputi dua
bentuk yaitu rasio masa lalu dan rasio yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Prastowo, Dwi. 2014. Analisis Laporan Keuangan.
Yogyakarta: Penerbit SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN YKPN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar