Jumat, 22 Januari 2016

Laporan Keuangan Dan Indikator Kinerja Perusahaan



LAPORAN KEUANGAN DAN INDIKATOR KINERJA PERUSAHAAN

            Dwi Prastowo (2014) mengatakan bahwa Laporan keuangan adalah suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama dua tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, neraca, laporan laba ditahan dan laporan arus kas. Laporan laba rugi adalah laporan mengenai penghasilan, biaya, laba-rugi yang diperoleh pada suatu perusahaan selama periode tertentu. Neraca adalah laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada saat tertentu. Laporan laba ditahan adalah daftar kumulatif laba yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya dan tahun berjalan yang tidak dibagikan sebagai deviden. Laporan arus kas adalah menunjukkan operasi perusahaan, investasi dan aliaran kas pembayaran.
            Laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat. Posisi keuangan perusahaan dipengaruhi oleh sumber daya yang dikendalikan struktur keuangan, likuiditas dan solvabilitas serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Laporan keuangan memenuhi tujuan kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan dilakukan oleh manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya.
            Indikator kinerja perusahaan adalah suatu kondisi keuangan perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan. Keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Kinerja merupakan indikator baik buruknya keputusan manajemen dalaman pengambilan keputusan. Penilaian kinerja adalah cara yang dilakukan oleh pihak manejemen agar dapat memenuhi kewajibannya dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pihak manajemen dapat berinteraksi dengan lingkungan internal dan eksternal melalui informasi.
            Manfaat penilaian indikator kinerja perusahaan adalah dapat digunakan sebagai strategi perusahaan untuk masa yang akan datang. Tujuan penilaian indiktor perusahaan adalah untuk mengetahui tingkat likiditas, tingkat solvabilitas, tingkat rentabilitas dan tingkat stabilitas. Dalam menilai kinerja keuangan perusahaan dapat digunakan suatu ukuran. Ukuran yang digunakan adalah rasio yang menghubungkan dua data keuangan. Jenis analisis rasio keuangan meliputi dua bentuk yaitu rasio masa lalu dan rasio yang akan datang.
            

 DAFTAR PUSTAKA

Prastowo, Dwi. 2014. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Penerbit SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN YKPN.

Minggu, 10 Januari 2016

Manajemen Sumber Daya Manusia



MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

                Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja secara efesien dan efektif sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyaraka. Manajemen sumber dyaa manusia tersebut bertujuan utntuk menarik dan mengembangkan angkatan kerja. Angkatan merupakan faktor terpenting dalam organisasi. Dalam memilih sumber daya manusia organisasi memiliki perencanaan. Perencanaan tersebut terdiri dari analisis pekerjaan, perkiraan permintaan kerja dan perkiraan penawaran kerja.
            Selanjutunya organisasi melakukan rekrutmen sumber daya manusia. Rekrutmen adalah proses mencari, menemukan dan menarik, dan memilih orang-orang yang sesuai persyaratan. Solihin (2011) mengatakan bahwa perekrutan tenaga kerja dapat dilakukan melalui mekanisme promosi dari dalam perusahaan sendiri maupun perekrutan yang berasal dari luar perusahaan. Tujuan rekrutmen adalah untuk  mendapatkan calon pegawai spesifikasi jabatan. Rekrutmen terdiri dari rekrutmen internal dan rekrutmen eksternal.
            Langkah selanjutnya melakukan seleksi sumber daya manusia. Seleksi sumber daya manusia bertujuan untuk memahami karakteristik yang harus dimiliki oleh calon pelamar kerja. Karakteristik yang biasa digunakan oleh organisasi seperti karakteristik fisik,karakteristik  individu, dan karakteristik kepribadian . karakteristik fisik mencangkup tidak memiliki cacat tubuh, tidak buta warna, dan tidak bertato. Karakteristik indivisu mencangkup status pernikahan dan jenis kelamin. Karakteristik kepribadian mencangkup stabilitas emosi dan ektroversi.


 DAFTAR PUSTAKA

Solihin, I., 2011,  Pengantar Manajemen, Penerbit Erlangga, Jakarta
Sukamindiyo, Ign., 1999. Manajemen Koperasi, Cetakan Ketiga, Penerbit Erlangga, Jakarta






Manajemen Keuangan Perusahaan



MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

            Keown, martin, petty dan scott Jr (2005) mengatakan bahwa manajemen keuangan perusahaan kegiatan yang berkaitan dengan bagaimana manajer keuangan melakukan perencanaan dan menciptakan nilai ekonomi. Perencanaan keuangan dibuat berdasarkan waktu tertentu. Manajer keuangan memiliki tiga fungsi utama yaitu keputusan investasi, keputusan pembiayaan dan keputusan manajemen aset. Keputusan investasi adalah kegiatan manajer keuangan yang dihadapkan kepada berbagai pilihan investasi. Keputusan pembiayaan adalah kegiatan manajer keuangan yang dihadapkan kepada pilihan untuk membiayai aktivitas investasi. Kuputusan manajemen aset adalah kegiatan mengelolah aset yang dimiliki perusahaan secara efesien.
            Agar manajer keuangan dapat menjalankan tugas maka harus membagi fungsi keuangan yang ada dalam perusahaan. Dalam praktiknya fungsi keuangan perusahaan dibagi menjadi dua yaitu bendahara dan administrasi accounting. Tugas bendahara antara lain bertanggung jawab dalam bidang penerimaan dana, penyimpanan dana, menyampaikan laporan kas dan mengelola kredit. Tugas dan tanggung jawab administrasi dan accounting adalah untuk menyelamatkan aktivitas keuangan perusahaan. Fungsi utama administrasi dan accounting adalah pendataan dan pelaporan informasi keuangan.
            Tujuan manajemen keuangan perusahaan memaksimumkan nilai perusahaan. Manajemen keuangan sangat diperlukan dalam mengelola keuangan perusahaan. Manajemen keuangan memiliki tugas-tugas yang cukup berat. Manajemen keuangan memiliki tujuan melalui dua pendekatan yaitu profit risk approach adalah manajer keuangan tidak hanya mengejar maksimal profit harus mempertimbangkan risiko yang dihadapi. Liquidity and profitability adalah seorang menajer mengelola likuiditas dan profitabilitas perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA


Solihin, I., 2011,  Pengantar Manajemen, Penerbit Erlangga, Jakarta
Sukamindiyo, Ign., 1999. Manajemen Koperasi, Cetakan Ketiga, Penerbit Erlangga, Jakarta


Pasar Dan Manajemen Pemasaran



PASAR DAN MANAJEMEN PASAR

          Pasar adalah suatu tempat bertemunya para penjual dan para pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Budisantoso dan Triandaru (2006) mengatakan bahwa pasar merupakan pasar keuntungan untuk dana-dana jangaka panjang, maka pasar yang berkaitan dengan instrumen keuangan jangka pendek. Pasar dikelompokkan menjadi empat golongan yaitu pasar konsumen, pasar penjual dan pasar pemerintah. Pasar konsumen adalah sekolompok pembeli yang membeli barang. Pasar penjual adalah sekelompok individu yang membeli barang unutk dijual. Pasar pemerintah adalah pasar yang terdiri lembaga pemerintah. Pasar industri adalah pasar yang terdiri lembaga pemerintah.
          Manajemen pemasara adalah kegiatan utama dalam sebuah perusahaan dalam mengatur keputusan pemasaran. Dalam mengambil leputusan tersebut dibutuhkan beberapa strategi yaitu pemilihan pasar, pengembangan bauran pemasaran dan strategi harga. Pemilihan pasar adalah serangkaian aktivitas yang dikenal dengan nama segmenting, dan positioning. Pengembangan bauran pemasaran adalah upaya untuk mengembangkan produk yang akan dipasarkan. Harga adalah mengadakan penentuan tingkat harga.
          Didalam pasar terdapat konsep pemasaran yang digunakan oleh pelaku bisnis. Pelaku bisnis mengapdosi konsep produksi, konsep produk dan konsep penjualan. Konsep produksi adalah konsep yang diyakini bahwa konsumen akan menyukai produk yang murah dan tersedia secara luas. Konsep produk adalah konsep yang diasumsikan bahwa konsumen akan tertarik pada produk yang memiliki kualita lebih baik. Konsep penjualan adalah konsep yang berpandangan bahwa konsumen perorangan maupun konsumen bisnis tidak akan melakukan pembelian hingga perusahaan melaukan aktivitas penjualan dan promos yang agresif.

Daftar Pustaka

Solihin, I., 2011,  Pengantar Manajemen, Penerbit Erlangga, Jakarta
Sukamindiyo, Ign., 1999. Manajemen Koperasi, Cetakan Ketiga, Penerbit Erlangga, Jakarta